Cara Pengiriman Tanaman Hidup Ke Luar Pulau

Cara Pengiriman Tanaman Hidup Ke Luar Pulau

Pengiriman tanaman hidup saat ini menjadi tren di era pandemi. Banyak orang menghindari pembelian tanaman langsung ke toko untuk memutus rantai penularan virus Corona.

Hal tersebut membuat para penjual tanaman harus memikirkan cara pengiriman tanaman hidup yang aman agar tidak rusak hingga tanaman sampai kepada konsumen. Berikut adalah tips yang bisa kamu ikuti untuk mengirim tanaman hidup kepada pembeli yang jaraknya cukup jauh darimu. Yuk, simak bersama!

Cara Pengiriman Tanaman Hidup Berdasarkan Jenisnya

a. Tanaman Berkayu

Tanaman berkayu yang akan dikirim ke luar kota harus dikemas dengan kemasan yang banyak memberi ruang untuk tanaman. Hal ini bertujuan agar tanaman memiliki ruang toleransi saat menerima gangguan dalam perjalanan, seperti tertekuk atau terjepit.

Pada bagian akar, kamu cukup menyisakan sedikit tanah gembur dan lembab. Biasanya, tanaman berkayu bisa bertahan dalam keadaan seperti itu dalam waktu 3-5 hari saja.

b. Tanaman Hias

Tanaman hias memiliki 2 jenis tekstur, yaitu getas (mudah patah) dan berkayu. Kedua jenis ini harus diperlakukan sesuai dengan karakteristik masing-masing.

Agar tanaman hias tetap aman di perjalanan, ia harus dikemas menggunakan kardus yang kokoh. Kardus harus memiliki ukuran 3-6 cm lebih besar dari ukuran tanaman.

Cara pengiriman tanaman hidup dengan menggunakan kardus sebagai bahan pengemasan bertujuan untuk menghindari tanaman tertekuk atau patah.

c. Tanaman Berukuran Besar

Hal yang perlu diperhatikan dalam pengiriman tanaman berukuran besar adalah ukuran bahan yang digunakan dalam pengemasan. Kamu membutuhkan kardus besar dan rangka kayu yang ukurannya lebih besar daripada tanaman yang akan dikirim.

Rangka kayu digunakan karena dalam jasa pengiriman barang, paket berukuran besar akan diletakkan pada bagian paling bawah. Dengan rangka kayu yang kuat, tanaman akan terhindar dari kerusakan.

Jika kamu merasa kerepotan dalam proses pengemasan, kamu bisa meminta bantuan pihak ekspedisi.

Langkah-langkah Pengemasan

a. Pilih Tanaman yang Akan Dikirim

Sebagai penjual tanaman, pasti kamu memiliki jumlah tanaman yang banyak. Pilihlah tanaman dengan keadaan terbaik untuk dikirim kepada konsumen. Meski ukuran tanaman mungkin lebih kecil, tetapi jika ia terlihat lebih subur maka pilihlah tanaman tersebut.

Karena pengiriman membutuhkan waktu beberapa hari, hal ini penting untuk diperhatikan. Jangan sampai tanaman datang kepada konsumen dalam keadaan tidak baik.

b. Mengurangi Daun

Jumlah daun yang terlalu banyak akan meningkatkan penguapan tanaman. Untuk itu, kamu perlu memangkas beberapa daun sebelum dikemas.

Kamu bisa memangkas beberapa daun yang berada pada bagian bawah tanaman. Pada proses ini, pakailah gunting yang bersih. Setelah selesai memangkas beberapa daun, tanaman siap untuk dikemas.

c. Mengurangi Media Tanam

Pengurangan media tanam berguna untuk mengurangi berat paket. Hal ini juga bertujuan untuk menjaga tanaman tetap aman selama proses pengiriman.

Jumlah standar yang disisakan dalam proses pengiriman adalah 1/4 saja. Kamu perlu kehati-hatian ekstra dalam proses ini agar tidak merusak akar atau bagian tanaman lainnya.

Pada proses cara pengiriman tanaman hidup ini, tambahkan sedikit cairan pencegah stres agar tanaman lebih kuat di dalam perjalanan. Setelah itu, tanaman diikat di dalam polybag yang telah disiapkan.

d. Masukkan ke Dalam Kemasan

Kemasan terbaik untuk tanaman hidup adalah rangka kayu. Hal ini bertujuan agar tanaman lebih terjaga karena kayu memiliki tingkat kekuatan yang cukup tinggi.

Agar lebih hemat, kamu bisa memanfaatkan kayu bekas mengecor bangunan. Namun, jika tanaman yang dikirim tidak terlalu besar, kardus sudah cukup kuat untuk melindungi tanaman.

e. Tanaman Siap Dikirim

Jika semua persiapan telah selesai, antarkan paket ke ekspedisi terdekat. Sampaikan kepada petugas bahwa paket berisi tanaman. Jika petugas mengetahui isi paket, paket akan diperlakukan secara khusus sesuai dengan isinya.

Agar lebih cepat sampai kepada konsumen, pilihlah jenis pengiriman ekspress. Hal ini bertujuan agar tanaman tidak terlalu lama berada di dalam perjalanan.

Tips Pengemasan Agar Tanaman Tetap Aman

a. Cara Pengiriman Tanaman Hidup dengan Memperhatikan Karakter Tanaman

Saat ini banyak tanaman diperjual belikan secara online. Namun, tetap saja ada beberapa tanaman yang tidak bisa mendapat perlakuan tersebut karena karakteristiknya.

Beberapa jenis tanaman yang bisa dikirim adalah anggrek, sukulen, kaktus, dan bromeliads. Jenis tanaman tersebut memiliki ketahanan yang cukup tinggi terhadap kondisi ekstrim.

Tanaman yang disebutkan di atas juga memiliki ukuran yang tidak terlalu besar sehingga memudahkan dalam proses pengiriman.

b. Tanaman Harus Terhindar dari Pergerakan

Dalam proses pengiriman, tanaman akan menerima banyak guncangan dan gangguan karena pergerakan paket. Oleh karena itu, tanaman harus dikemas dengan cara yang aman untuk menghindari benturan dan gangguan lainnya.

Bungkus tanaman menggunakan plastik berlapis atau bubble wrap. Plastik berfungsi agar tidak ada kebocoran media tanam di dalam perjalanan. Jangan lupa tambahkan lakban agar tanaman tidak mudah bergerak.

c. Menjaga Tingkat Kelembaban

Banyak situasi tak terduga akan terjadi di dalam proses pengiriman. Tanpa disadari, paket tanaman bisa saja terpapar sinar matahari terlalu lama atau bahkan terkena air hujan.

Hal tersebut bisa membuat tanaman membusuk di perjalanan. Oleh karena itu, pengemasan harus diperhatikan agar kelembaban di dalam paket tetap terjaga tidak berlebihan atau kekurangan.

d. Tambahkan Zat Adaptan

Kamu perlu meningkatkan daya tahan tanaman agar tetap kuat selama proses pengiriman.Cara pengiriman tanaman hidup yang satu ini cukup membantu tanaman bertahan lebih lama daripada jangka waktu yang biasanya.

Cara tersebut adalah menambahkan zat adaptan pada tanaman. Contoh zat adaptan yang biasa dipakai adalah vitamin dan auksin. Kedua zat tersebut berguna agar tanaman bisa bertahan dalam berbagai kondisi ekstrim.

Auksin diberikan pada tanaman dengan cara menyemprotkan cairannya pada daun dan merendam akar tanaman. Akar tanaman memerlukan waktu hingga 3 jam agar bisa menyerap zat tersebut.

e. Pilih Bahan Kemasan yang Kokoh

Bahan pengemasan harus memiliki kekuatan yang bisa melindungi tanaman selama proses pengiriman. Pilihlah kemasan dengan bahan kokoh agar tidak mudah penyok.

Jika pengiriman tidak terlalu jauh, gunakan kardus untuk menghemat biaya pengemasan. Jika pengiriman dilakukan hingga ke luar pulau, gunakan rangka kayu agar tanaman lebih terlindungi.

Pengiriman dengan rangka kayu lebih dianjurkan karena kayu bisa menahan beban paket lainnya sehingga ia tidak membuat tanaman patah dan penyok.

Nah, itu tadi adalah beberapa tips dan tutorial cara pengiriman tanaman hidup melalui jasa pengiriman. Cukup dengan mengikuti tips di atas, kamu bisa mengirim tanaman hidup dengan aman hingga sampai kepada pembeli.

Kuncinya adalah memperhatikan setiap detail karakteristik tanaman dan bahan pengemasan yang digunakan. Jangan sampai pelanggan tidak puas karena pengemasan yang dipakai kurang aman. Jadi, pastikan bahan packing yang kamu gunakan aman, ya!

PT IKE Ahlinya Jasa Pengiriman Tanaman Hidup

Tinggalkan Balasan